Konsep Conversion Funnel dalam Strategi Online Marketing

Dalam menjalankan bisnis apa pun, seseorang membutuhkan strategi. Strategi ini digunakan untuk memenangkan pasar. Dalam dunia bisnis, persaingan adalah hal yang wajar, tak terkecuali persaingan dalam bisnis online. Bisa dibilang, persaingan dalam online marketing lebih kejam dari pemasaran biasa. Siapa yang tidak cepat tanggap dalam mengikuti perkembangan teknologi, bisnis mereka pun akan cepat tertinggal. Dalam strategi marketing online, kita mengenal istilah conversion funnel. Apa itu conversion funnel? Ikuti pembahasan lengkapnya berikut ini.

Secara singkat, conversion funnel bisa diartikan sebagai konsep yang dipakai pebisnis online untuk menarik perhatian konsumen hingga melakukan pembelian produk Anda. Bentuk funnel sendiri bisa berbeda-beda sesuai dengan jenis yang dipakai oleh perusahaan. Berikut adalah dua bentuk conversion funnel dalam strategi marketing online yang harus Anda pahami.

AIDA Model

1. AIDA Model
Ini adalah conversion funnel yang paling banyak dipakai oleh para pebisnis online. AIDA model adalah sebuah akronim yang dipakai untuk Awareness, Interest, Desire, dan Action. Pada tahap awareness, konsumen mengetahui produk ataj jasa yang Anda promosikan. Dalam hal ini, konsumen hanya sebatas tahu saja. Kemudian pada tahap interest, konsumen sudah mulai menunjukkan ketertarikan pada barang atau jasa yang Anda tawarkan. Lanjut ke tahap berikutnya, konsumen mulai berniat membeli barang atau jasa yang Anda beli. Terakhir, action, yaitu pembeli mengambil langkah untuk membeli barang atau jasa.

2. ACCLA Model
Lalu, dalam conversion funnel, dikenal juga istilah ACCLA Model. Istilah ini mengacu pada tahapan pembelian yang lebih detail, yaitu Awareness, Consideration, Conversion, Loyalty, dan Advocacy. Pada tahap awareness, konsumen sudah mulai mengenal produk Anda. Berlanjut ke tahap berikutnya, consideration, konsumen tertarik dengan produk Anda dan berpikir untuk membeli. Lalu, pada conversion, konsumen yang datang adalah pelanggan yang potensial membeli produk. Ada bisa menjaga konsumen potensial dari memberikan informasi detail tentang produk Anda. Lalu, Loyalty adalah tahapan konsumen menjadi pelanggan setia. Terakhir, advocacy, pelanggan setia tadi mulai memberitahukan bisnis Anda ke ornag lain sebagai rekomendasi.